empty
 
 
24.04.2026 04:03 AM
Gambaran Umum Pasangan EUR/USD. 24 April. Pound Sterling Mengungguli Euro

This image is no longer relevant

Pasangan mata uang EUR/USD melanjutkan penurunan moderatnya pada hari Kamis, dan dalam artikel ini kami akan menganalisis mengapa euro melemah sementara pound tidak. Secara keseluruhan, dapat dikatakan bahwa baik pound maupun euro tetap relatif stabil—bukan hanya dalam jangka pendek (dua bulan terakhir), tetapi juga dalam jangka panjang. Jika kita beralih ke time frame harian, terlihat bahwa dolar AS sejauh ini hanya mampu melakukan satu lagi koreksi. Penting untuk diingat bahwa pasangan EUR/USD tidak pernah berhasil turun di bawah 1,1440 selama fase koreksi mana pun dalam sembilan bulan terakhir, yang merupakan level retracement Fibonacci 23,6%. Dengan demikian, belum bisa dikatakan bahwa sedang terbentuk tren menurun jangka panjang. Memang, selama sembilan bulan terakhir kita menyaksikan pergerakan mendatar (dengan sedikit pengecualian), tetapi tren mendatar dapat bertahan tanpa batas waktu. Perlu diingat bagi para trader bahwa pergerakan trending biasanya tajam dan cepat, sedangkan tren mendatar cenderung lambat dan lemah.

Seperti telah disebutkan pada akhir pekan, kami mengantisipasi terbentuknya penurunan korektif, baik untuk euro maupun pound. Euro memang melemah, tetapi pound sterling Inggris bertahan. Mengapa demikian? Menurut pandangan kami, persoalannya terletak pada energi dan inflasi. Pertama-tama, perlu diingat bahwa Inggris jauh lebih tidak bergantung pada pasokan sumber daya energi dari luar negeri dibandingkan Uni Eropa. Ini berarti bahwa London merasa jauh lebih percaya diri dibandingkan Brussels dalam dua bulan terakhir. Selain itu, data inflasi terbaru di Inggris menunjukkan kenaikan hanya 0,3% pada bulan Maret, sementara di zona euro mencapai 0,7%. Dengan demikian, potensi krisis energi yang dipicu oleh Donald Trump membawa konsekuensi yang lebih serius bagi perekonomian Eropa dibandingkan bagi perekonomian Inggris.

Lebih jauh, penting untuk diingat bahwa kedua pasangan mata uang saat ini banyak dipengaruhi oleh faktor teknikal. Geopolitik telah memudar, sehingga baik euro maupun pound dapat pulih dalam beberapa minggu terakhir. Selain itu, tidak ada berita geopolitik penting yang muncul minggu ini. Arus berita yang terus-menerus saling bertentangan tentang buka-tutupnya Selat Hormuz dan kabar serupa seputar negosiasi di Pakistan merupakan informasi yang sudah tidak lagi direspons oleh para trader. Apa gunanya bereaksi jika dalam satu hari saja bisa muncul hingga sepuluh berita yang saling bertentangan?

Situasi di Timur Tengah sewaktu-waktu dapat kembali memanas, dan itu adalah sebuah fakta. Karena itu, kebutuhan akan koreksi dalam harga mata uang secara tidak langsung didukung oleh kondisi geopolitik saat ini. Namun, tidak ada perubahan berarti dalam posisi AS dan Iran terkait Selat Hormuz selama tujuh hari terakhir. Harga minyak tetap tinggi, selat tersebut masih ditutup, dan Teheran maupun Washington masih belum mampu mencapai kesepakatan, sementara Donald Trump terus memberikan tekanan maksimal yang ia bisa terhadap Iran.

Dengan demikian, kami berpendapat bahwa pasangan EUR/USD akan terus bergerak korektif, tetapi tanpa adanya berita negatif serius dari Timur Tengah, penurunan ini tidak akan berlangsung lama. Dolar telah kehilangan satu-satunya faktor pendukung utamanya.

This image is no longer relevant

Rata-rata volatilitas pasangan mata uang EUR/USD selama lima hari perdagangan terakhir per 24 April sebesar 64 pip, yang dikategorikan "rata-rata." Kami memperkirakan pasangan ini akan bergerak di kisaran 1,1640 hingga 1,1768 pada hari Jumat. Channel atas regresi linear telah berbalik turun, yang mengindikasikan perubahan tren menjadi bearish. Namun, sebenarnya tren naik mungkin berlanjut pada tahun 2026. Indikator CCI telah memasuki area jenuh beli dan membentuk divergensi bearish, yang memberi sinyal adanya koreksi turun.

Level Support Terdekat:

  • S1 – 1,1658
  • S2 – 1,1597
  • S3 – 1,1536

Level Resistance Terdekat:

  • R1 – 1,1719
  • R2 – 1,1780
  • R3 – 1,1841

Rekomendasi Trading:

Pasangan EUR/USD melanjutkan pergerakan naik di tengah melemahnya pengaruh faktor geopolitik terhadap sentimen pasar. Latar belakang fundamental global untuk dolar tetap sangat negatif, sehingga dalam jangka panjang kami masih memperkirakan pasangan ini akan menguat. Ketika harga berada di bawah moving average, posisi jual dapat dipertimbangkan dengan target di 1,1658 dan 1,1640 berdasarkan pertimbangan teknikal. Di atas garis moving average, posisi beli relevan dengan target 1,1780 dan 1,1841. Pasar secara bertahap menjauh dari faktor geopolitik, sementara dolar kehilangan satu-satunya pendorong kenaikannya.

Penjelasan Ilustrasi:

Channel regresi linear membantu menentukan tren saat ini. Jika keduanya mengarah ke sisi yang sama, artinya tren saat ini sedang kuat;

Garis moving average (pengaturan 20,0, diperhalus) menentukan tren jangka pendek dan arah yang sebaiknya diambil dalam trading saat ini;

Level Murray adalah level target untuk pergerakan dan koreksi;

Level volatilitas (garis merah) menunjukkan kisaran harga yang kemungkinan besar akan menjadi area pergerakan pasangan ini pada hari berikutnya, berdasarkan volatilitas saat ini;

Indikator CCI – masuknya harga ke area jenuh jual (di bawah -250) atau jenuh beli (di atas +250), mengindikasikan bahwa tren akan segera berbalik ke arah yang berlawanan.

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.