empty
 
 
21.04.2026 12:50 AM
Prediksi GBP/JPY: Pelemahan Yen Akibat Krisis Minyak Menjaga Keunggulan Bias Bullish

This image is no longer relevant

Pada hari Senin, pound Inggris sedikit menguat terhadap yen Jepang, mengakhiri tren menurun dua hari. Penguatan ini terjadi di tengah memanasnya kembali ketegangan di Selat Hormuz, yang berkontribusi pada kenaikan harga minyak dan mendukung posisi defensif yen, mengingat ketergantungan Jepang yang signifikan pada energi impor.

Pada saat artikel ini ditulis, nilai tukar sedang mendekati level bulat 215,00.

Pergerakan ini terjadi setelah eskalasi baru pada akhir pekan, ketika Selat Hormuz sempat dibuka kembali. Iran kembali menguasai jalur maritim penting ini, dengan menyatakan bahwa blokade angkatan laut AS yang berkelanjutan terhadap pelabuhannya merupakan pelanggaran terhadap ketentuan gencatan senjata. Pada saat yang sama, Angkatan Laut AS menyita sebuah kapal kargo Iran di Teluk Oman. Harga minyak yang tinggi memperumit prospek kebijakan moneter, karena biaya energi yang meningkat menambah risiko inflasi.

This image is no longer relevant

Bagi Inggris, hal ini bisa mendorong Bank of England menunda kemungkinan pemangkasan suku bunga, yang pada akhirnya akan memperpanjang kebijakan moneter yang ketat.

Situa­si di Jepang lebih rumit. Tekanan inflasi yang terus berlanjut dapat mendorong Bank of Japan untuk tetap melanjutkan pengetatan kebijakan, tetapi potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi akibat kenaikan biaya impor dapat menghambat upaya normalisasi.

Menurut Reuters pada hari Senin, yang mengutip lima sumber yang memahami posisi Bank of Japan, lembaga tersebut kemungkinan akan menahan diri untuk tidak menaikkan suku bunga pada pertemuan mendatang, mengingat melemahnya ekspektasi terkait penyelesaian cepat konflik di Timur Tengah, yang terus membayangi prospek ekonomi dan inflasi negara tersebut.

Ke depan, para pelaku pasar perlu mencermati perkembangan geopolitik yang dapat menentukan arah pergerakan baru. Dari sisi data ekonomi, ada beberapa rilis penting dalam kalender ekonomi Inggris pekan ini, termasuk data pasar tenaga kerja, inflasi, dan penjualan ritel. Indeks harga konsumen nasional Jepang juga akan menjadi sorotan.

Berbagai rilis ini dapat memberikan tolok ukur tambahan bagi arah kebijakan moneter ke depan di Bank of England dan Bank of Japan serta memengaruhi pergerakan jangka pendek pasangan GBP/JPY.

Dari sudut pandang teknikal, harga pasangan ini berada di atas moving average penting. Support terdekat berada di level psikologis 214,00. Resistance berada di level 215,00. Indikator osilator bernada positif, yang menunjukkan keunggulan bullish.

Tabel di bawah ini mencerminkan dinamika pergerakan pound Inggris terhadap mata uang utama pada hari Senin. Pound menunjukkan penguatan terbesar terhadap dolar Australia.

This image is no longer relevant

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.