empty
 
 
20.04.2026 03:28 PM
EUR/USD stabil tetap karena para trader bertaruh pada jalur diplomatik meski ada ketegangan di Timur Tengah

Pasangan EUR/USD memulai pekan perdagangan dengan gap turun kecil, sebagai reaksi terhadap perkembangan terbaru di Timur Tengah. Perdagangan hari Jumat ditutup di 1,1766, sementara hari ini pasangan ini dibuka di 1,1754. Poin kuncinya di sini bukanlah gap turun itu sendiri, melainkan reaksi pasar yang relatif tenang terhadap sinyal eskalasi: gap harga hanya sebesar 12 pip, dan pasar tidak menunjukkan dorongan turun yang kuat. Pasangan ini bergerak sideways di kisaran pertengahan angka 1,17, mencerminkan ketidakpastian baik dari pembeli maupun penjual. Hal ini mengindikasikan bahwa, terlepas dari aliran berita yang suram, para trader masih mengandalkan penyelesaian diplomatik untuk konflik di Timur Tengah, meskipun perkembangan terbaru justru mengarah pada kemungkinan sebaliknya.

This image is no longer relevant

Mari kita mulai dari fakta bahwa Iran menolak putaran kedua perundingan dengan AS yang seharusnya berlangsung hari ini di Islamabad. Pelaku pasar mengaitkan keputusan tersebut dengan berlanjutnya blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Washington, pada bagiannya, mengaitkan setiap pembukaan blokade dengan tercapainya perjanjian damai — dengan kata lain, terlebih dulu ada kesepakatan, barulah blokade dicabut.

Selain itu, Amerika Serikat menyerang dan menyita sebuah kapal kargo yang mengibarkan bendera Iran, yang menurut militer AS berupaya melewati blokade laut mereka di dekat Selat Hormuz. Perwakilan Komando Militer Gabungan Iran mengklaim bahwa pasukan Iran menyerang kapal-kapal AS dengan drone tempur sebagai respons.

Seluruh rangkaian peristiwa ini menimbulkan keraguan bahwa konflik akan berakhir dalam waktu dekat. Situasi semakin memburuk karena gencatan senjata dua minggu antara AS dan Iran akan berakhir dalam dua hari lagi, pada 22 April. Apakah para pihak dapat memperpanjangnya atau pertempuran akan kembali berlanjut masih menjadi tanda tanya.

Lalu bagaimana menjelaskan optimisme yang berlebihan di kalangan trader? Alih-alih bergerak menuju dasar figur ke-17, pasangan ini kini berupaya menutup gap di sisi bawah, menunjukkan ketahanan yang sulit dijelaskan.

Menurut pandangan saya, pelaku pasar saat ini cenderung melebih-lebihkan sinyal, bahkan yang sangat lemah dan rapuh, terkait kemungkinan dilanjutkannya negosiasi. Sebagai contoh, kemarin media melaporkan bahwa meskipun terjadi insiden di Selat Hormuz yang telah disebut sebelumnya, Washington tetap mengirimkan delegasi negosiasi ke Islamabad yang dipimpin oleh Wakil Presiden AS, J. D. Vance. Laporan itu menyebutkan bahwa tim negosiator akan tiba di Pakistan pada malam Senin, atau hari ini.

Pertanyaan logis pun muncul: apakah benar delegasi AS yang dipimpin oleh pejabat rangking kedua dalam pemerintahan AS berangkat ke belahan dunia lain tanpa adanya kepastian dari Iran? Pertanyaan ini, sebagaimana orang sering katakan, menjadi tanda tanya besar.

Masalahnya, terdapat laporan yang mengatakan Iran menolak putaran kedua negosiasi yang masih belum resmi. Hanya media Iran, dengan mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, yang mengabarkan bahwa negosiasi tidak akan dilangsungkan. Sementara itu, pihak berwenang Iran tidak memberikan tanggapan apapun terkait pengumuman perundingan dari Trump.

Di sisi lain, media di Pakistan melaporkan bahwa pihak berwenang setempat telah memperketat langkah-langkah keamanan di Islamabad, dan tindakan seperti itu biasanya menunjukkan adanya persiapan untuk pertemuan delegasi tinggi.

Intrik masih ada, dan bersama dengan itu ada harapan untuk menyelesaikan konflik melalui jalur diplomatik. Seperti yang telah disebutkan, setiap indikator yang menunjukkan adanya keraguan terhadap eskalasi lebih lanjut dianggap sebagai hal negatif bagi dolar yang dianggap aman.

Dengan demikian, meskipun berita yang didapat terlihat buruk dan ada pernyataan ancaman dari kedua belah pihak, para pelaku pasar EUR/USD masih berada dalam keadaan ragu.

Di satu sisi, Teheran mengungkapkan bahwa dialog tidak mungkin dilakukan sebelum pemblokiran maritim diakhiri. Di sisi lain, kedatangan delegasi AS (yang dikirim atas perintah Donald Trump, perlu dicatat) mencegah pasar dari kepanikan besar. Insiden yang melibatkan kapal Iran tidak menyebabkan lonjakan sentimen risiko.

Karena keadaan ini, para pelaku pasar cenderung menghindari pembukaan posisi besar, karena hasil dari negosiasi (jika memang jadi diadakan) bisa saja menjadi keberhasilan — perpanjangan gencatan senjata atau bahkan kerangka kesepakatan untuk menyudahi perang — atau bisa juga menjadi bencana — dimulainya kembali pertempuran dan keluarnya pihak-pihak yang terlibat dari proses negosiasi. Dalam kondisi ketidakpastian seperti ini, setiap keputusan trading terlihat sangat berisiko karena keseimbangan dapat bergeser baik menuju de-eskalasi maupun menuju lebih banyak eskalasi.

Semua ini menunjukkan bahwa pendekatan menunggu dan melihat masih menjadi strategi yang tepat untuk EUR/USD. Saat ini, secara kiasan, kita sedang berada dalam keadaan tenang sebelum badai. Namun, kita tidak bisa memprediksi ke arah mana "angin volatilitas" akan berhembus. Oleh karena itu, dalam situasi saat ini, lebih bijaksana untuk tetap menjauh dari pasar.

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.